JANGAN LUPA SOLAT

MARI KITA BERDOA

YA ALLAH, rahmatilah TETAMU BLOG ini, sihatkan ia, ampunilah dosa-dosanya, berkatilah amalannya, janganlah Engkau balikkan hatinya setelah Engkau beri petunjuk dan hidayah kepadanya dan ya Allah masukkanlah ia dan keluarganya kedalam syurga FirdausMu serta jauhkanlah ia dan keluarganya dari azab nerakaMu. Sesungguhnya ya Allah, hanya kepada Engkau kami sembah dan hanya kepada Engkau sahajalah kami meminta pertolongan. Ya Allah jika rezeki tetamu blog ini masih diatas langit, turunkanlah ia, jika rezekinya di dalam bumi, keluarkanlah ia, jika rezekinya jauh, dekatkanlah ia, jika rezekinya haram, sucikanlah ia dan jika rezekinya sukar, Engkau permudahkanlah ia, Ya Allah kurniakanlah kepada kami segala kebaikan yang Engkau kurniakan kepada hamba-hamba Mu yang soleh. Ya Allah, tolonglah kami dalam mengingatiMu, tolonglah kami untuk bersyukur kepadaMu dan Ya Allah, Tolonglah kami memperbaiki ibadah kami.

Ya Allah, ampunkanlah dosa kami kerana gagal melaksanakan segala perintahMu dan Ya Allah, ampunkanlah dosa kami kerana menjadi hamba yang gagal dalam mencegah kemungkaran. Ya Allah selamatkanlah kami dari segala macam balasanMu sebagaimana engkau selamatkan Nabi Lut sewaktu engkau memusnahkan umatnya. Ya Allah kurniakanlah kepada kami semangat, kekuatan dan kelapangan waktu dalam beribadah kepadaMu.


DOA MENGHINDAR H1N1

MARI RAMAIKAN SINI



Tuesday, December 8, 2009

[DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR




[DOA] Adab Bila TuRun Hujan dan PetiR


Hujan adalah Rahmat Allah. Dengan hujan manusia dapat melangsungkan kehidupannya. Dengan hujan bumi yang mati menjadi hidup, tanaman tumbuh beRkembang dan beRbuah, sumuR-sumuR, mata aiR, sungai, kOlam, danau dan laut menjadi “hidup”, sungai-sungai mengaliR, dan dengan hujan maka pOlusi udaRa teRbeRsihkan. Siapakah yang telah menuRunkan hujan itu?

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ. ءَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ

“Maka teRangkanlah kepadaku tentang aiR yang kamu minum. Kamukah yang menuRunkannya daRi awan ataukah Kami yang menuRunkan?” (Q.S. Al-Waqi’ah : 68-69)

DOa Meminta Hujan
Jika meminta tuRunnya hujan, maka Nabi peRnah beRdOa dengan mengangkat tangan sambil membaca dOa :

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahumma aghistnaa, Allahumma aghistnaa, Allahumma aghistnaa.

“Ya Allah, tuRunkanlah hujan. Ya Allah, tuRunkanlah hujan. Ya Allah, tuRunkanlah hujan.” (H.R. BukhaRi – Muslim)

atau dOa beRikut ini

اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Allahummasqi ‘ibaadaka wa bahaa imaka, wansyur rahmataka, wa ahyii baladakal mayyita

“Ya Allah! BeRilah hujan kepada hamba-hambaMu, teRnak-teRnakMu, beRilah RahmatMu dengan meRata, dan subuRkan tanahMu yang tandus.” [HR. Abu Dawud 1/305 dan dinyatakan hasan Oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/218.]





DOa Ketika TuRun Hujan


Ketika melihat hujan telah tuRun, Nabi biasa membaca dOa di bawah ini :

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma shoyyiban naafi’an

“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat.” (H.R. Al-BukhaRy)

Atau dOa beRikut :

اللهم سقيا هنيئاصـيبا نافعا اللهم اجعله صيب رحـمة ولا تجعله صيب عذاب

Ya Allah,(jadikanlah hujan ini) sebagai siRaman yang menyenangkan dan hujan yang beRmanfaat. Ya Allah, jadikanlah hujan ini Rahmat dan jangan Engkau jadikan hujan siksaan.” (H.R. Ibnus Sunny)

Jika meRasa takut akan kemudhaRatan hujan, maka Nabi mengajaRkan dOa di bawah ini:

اللَّهُمَّ حَوْلَنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haulanaa walaa ‘alaynaa, Allahumma ‘alal akaami wazharaabi wabuthuunil awdiyati wamanaa bitisy syajari..

"Wahai Tuhanku! TuRunkanlah hujan di sekitaR kami dan janganlah musnahkan kami. Ya Allah! Engkau tuRunkanlah ia di atas gunung-gunung dan bukit-bukau, di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pOkOk-pOkOk.” (H.R. BukhaRi-Muslim)

DOa ketika TeRdengaR PetiR/Geledek/ HalilintaR.

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

subhanalladzii yusabbihur ra’du bihamidihi wal malaaikatu min khiifatihi

“Maha Suci Allah yang mana guRuh ini mentasbihkan- Nya beseRta memuji-Nya dan juga paRa malaikat mentasbihkan- Nya kaRena takut kepada-Nya.” (H.R. Malik)

Adab Ketika TuRun Hujan dan MendengaR PetiR/Geledek/ HalilintaR:

BeR-tasyakkuR, yaitu mensyukuri atas segala nikmat Allah beRupa hujan, kaRena dengan hujan itu bumi yang mati menjadi hidup, tanaman menjadi tumbuh dan beRkembang, buah-buahan yang beRaneka waRna dan Rasa beRbuah di mana-mana sehingga dapat dinikmati Oleh manusia dan binatang.

BeR-tadabbuR, yaitu mengenali, menganalisa, menghayati, lalu membesaRkan kekuasaan Allah pada kejadian hujan, petiR dan geledek

BeR-tafakkuR, yaitu memikiRkan tentang segala kejadian yang teRjadi kepada manusia, baik yang membawa kemanfaatan maupun yang menjadikannya bencana. Semua kejadian dalam alam ini meRupakan bukti tanda-tanda kebesaRan dan kemahakuasaan Allah.

BeR-taatstsuR, yaitu teRkesan dengan pelajaRan daRi Allah melalui ayat-ayat kauniyah sehingga semakin mempeRtebal keyakinan hati teRhadap keMahaEsaan dan keMahaKuasaan Allah.

BeR-ta’awwudz, yaitu beRlindung diRi kepada Allah daRi segala segala hal yang akan membawa bencana dan kemadhaRatan bagi umat manusia. Dengan selalu beRlindung kepada Allah dengan membaca dOa-dOa yang telah diajaRkan Oleh Rasulullah SAW semOga segala kejadian yang semula akan beRakibat buRuk menjadi manfaat dan maslahat bagi manusia

BeR-taqaRRub, yaitu upaya untuk selalu mendekatkan diRi kepada Allah sehingga Allah ta’ala benaR-benaR meRidhai kehidupan kita di dunia dan di akhiRat

BeR-taubatan Nasuuha, yaitu memOhOn ampun atas segala kekhilafan, kesalahan, dOsa-dOsa dan maksiyat kepada Allah, yang disengaja atau tidak disengaja, yang diketahui atau tidak diketahui dan beRjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Links:

[Hujan !]

Keajaiban Allah dalam Hujan: Hujan memang salah satu faktOR yang paling penting bagi keabadian hidup di bumi. Ini meRupakan pRasyaRat untuk tetap beRjalannya kehidupan di bumi. Hujan, sangat penting untuk semua hal hidup, teRmasuk manusia, adalah yang disebutkan dalam beRbagai ayat-ayat Al QuR’an.

Pembentukan hujan teRjadi dalam tiga tahap. PeRtama, "bahan baku" hujan meningkat ke udaRa. Kedua, awan dibentuk. Ketiga, tetes hujan muncul. Tahapan ini di teRangkan dengan jelas dalam AlquRan dimana tepat dibeRikan infORmasi tentang pembentukan hujan.

Allah-lah yang mengiRimkan angin,lalu angin itu menggeRakan awan dan Allah membentangkannya di langit menuRut yang Dia kehendaki,dan menjadikannya beRgumpal – gumpal,lalu engkau lihat hujan keluaR daRi celah – celahnya,maka apabila Dia menuRunkannya kepada hamba – hamba- Nya yang DIa kehendaki tiba – tiba meReka beRgembiRa.( SuRat AR Rum : 48).

Setiap tahap dalam pembentukan hujan adalah teRdapat dalam ayat-ayat Al QuR’an. Selain itu, tahapan ini dijelaskan dalam uRutan yang tepat. SepeRti banyak fenOmena alam lain di dunia, di jalaskan secaRa gamblang di dalam AlquRan yang menyediakan penjelasan yang paling benaR.

Dan daRi langit kami tuRunkan aiR yang membeRi beRkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (aiR) itu pepOhOnan yang Rindang dan biji – bijian yang dapat di panen (SuRat Qaf, 9). GaRam dapuR yang jatuh dengan hujan meRupakan cOntOh kecil unsuR-unsuR teRtentu (kalsium, magnesium, kalium, dll) digunakan untuk meningkatkan kesubuRan alam. LOgam beRat yang ditemukan dalam jenis aeROsOl ini adalah unsuR-unsuR lain yang meningkatkan kesubuRan dalam peRkembangan dan pROduksi tanaman. Hutan juga mampu menampung aeROsOl laut. Dengan caRa ini (hujan), 150 juta tOn pupuk jatuh pada tOtal peRmukaan tanah setiap tahun. Jika tidak ada pemupukan alam sepeRti ini, akan ada sangat sedikit vegetasi di bumi, dan keseimbangan ekOlOgi akan dilemahkan.

No comments:

Post a Comment