JANGAN LUPA SOLAT

MARI KITA BERDOA

YA ALLAH, rahmatilah TETAMU BLOG ini, sihatkan ia, ampunilah dosa-dosanya, berkatilah amalannya, janganlah Engkau balikkan hatinya setelah Engkau beri petunjuk dan hidayah kepadanya dan ya Allah masukkanlah ia dan keluarganya kedalam syurga FirdausMu serta jauhkanlah ia dan keluarganya dari azab nerakaMu. Sesungguhnya ya Allah, hanya kepada Engkau kami sembah dan hanya kepada Engkau sahajalah kami meminta pertolongan. Ya Allah jika rezeki tetamu blog ini masih diatas langit, turunkanlah ia, jika rezekinya di dalam bumi, keluarkanlah ia, jika rezekinya jauh, dekatkanlah ia, jika rezekinya haram, sucikanlah ia dan jika rezekinya sukar, Engkau permudahkanlah ia, Ya Allah kurniakanlah kepada kami segala kebaikan yang Engkau kurniakan kepada hamba-hamba Mu yang soleh. Ya Allah, tolonglah kami dalam mengingatiMu, tolonglah kami untuk bersyukur kepadaMu dan Ya Allah, Tolonglah kami memperbaiki ibadah kami.

Ya Allah, ampunkanlah dosa kami kerana gagal melaksanakan segala perintahMu dan Ya Allah, ampunkanlah dosa kami kerana menjadi hamba yang gagal dalam mencegah kemungkaran. Ya Allah selamatkanlah kami dari segala macam balasanMu sebagaimana engkau selamatkan Nabi Lut sewaktu engkau memusnahkan umatnya. Ya Allah kurniakanlah kepada kami semangat, kekuatan dan kelapangan waktu dalam beribadah kepadaMu.


DOA MENGHINDAR H1N1

MARI RAMAIKAN SINI



Monday, March 8, 2010

CARA MENGGAULI ISTERI DI MALAM PERTAMA


Cara Menggauli Isteri di Malam Pertama


gambar hiasan

Kamis, 31/12/2009

assalamu;alaikum wr.wb
Ustadz, Insya Allah sebentar lagi saya akan menikah. Saya mohon tuntunan/ amalan apa yang di baca sebelum saya menggauli istri saya nanti

Terima Kasih atas jawabannya

egun di samarinda

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Semoga Allah swt kelak menjadikan keluarga yang akan anda bangun dengan pasangan anda keluarga yang penuh dengan cinta, kasih sayang dan kedamaian sehingga mendorong anda dan orang-orang yang ada didalamnya semakin dekat dengan Allah swt.

Saudara Egun yang dimuliakan Allah swt

Malam pengantin bagi pasangan suami istri hendaklah penuh dengan suasana kelembutan, kasih sayang dan kesenangan. Malam yang menghubungkan suami dengan istrinya dengan tali kasih sayang dan cinta dan dapat menghilangkan kecemasan dan ketakutan serta menjadikan istrinya merasa tenang dengannya.

Berikut beberapa adab yang disebutkan didalam warisan kita untuk membentuk kehidupan baru, semoga bermanfaat :

1.Kebenaran niat

Hendaklah niat suami istri untuk menikah adalah untuk menjaga kehormatannya, berdasarkan sabda Rasulullah saw,Tiga orang yang memiliki hak atas Allah menolong mereka : seorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan seorang menikah yang ingin menjaga kehormatannya. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)

2. Berhias dan mempercantik diri.

Hendaknya seorang istri mempercantik dirinya dengan apa-apa yang dibolehkan Allah swt. Pada dasarnya hal ini dibolehkan kecuali terhadap apa-apa yang diharamkan oleh dalil seperti mencabuti alis dan bulu diantara keduanya atau mengeroknya, menyambung rambut dengan rambut lain, mentato, mengikir gigi agar lebih cantik. Diharamkan baginya juga mengenakan pakaian yang diharamkan baik pada malam pengantin maupun di luar malam itu. Diperbolehkan baginya menghiasi dirinya dengan emas dan perak sebagaimana biasa dikenakan kaum wanita.

Begitu juga dengan si suami hendaknya memperhias dirinya untuk istrinya karena hal ini merupakan bagian dari menggaulinya dengan cara yang baik.

Namun demikian hendaknya upaya menghias diri ini tetap didalam batasan-batasan yang dibenarkan. Tidak dibolehkan baginya mengenakan cincin emas kecuali perak. Tidak dibolehkan baginya mencukur jenggot, memanjangkan pakaiannya hingga ke tanah, mengenakan sutera kecuali tehadap apa-apa yang dikecualikan syariat.

3. Lemah lembut terhadap istrinya saat menggaulinya

Diriwayatkan oleh Ahmad didalam al Musnad dari Asma binti Yazid bin as Sakan

berkata,Aku pernah merias Aisyah untuk Rasulullah saw lalu aku mendatangi beliau saw dan mengajaknya untuk melihat kecantikan Aisyah. Beliau saw pun mendatanginya dengan membawa segelas susu lalu beliau meminumnya dan memberikannya kepada Aisyah maka Aisyah pun menundukkan kepalanya karena malu. Asma berkata,Maka aku menegurnya. Dan aku katakan kepadanya,Ambillah (minuman itu) dari tangan Nabi saw. Asma berkata,Maka Aisyah pun mengambilnya lalu meminumnya sedikit.

4. Mendoakan istrinya.

Hendaklah suami meletakkan tangannya di kening istrinya dan mengatakan seperti yang disabdakan Rasulullah saw,Apabila seorang dari kalian menikah dengan seorang wanita atau membeli seorang pembantu maka hendaklah memegang keningnya lalu menyebut nama Allah azza wa jalla dan berdoa memohon keberkahan dengan mengatakan :

Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih”

Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan dari apa yang Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu daripada keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya..

5. Melaksanakan shalat dua rakaat

Diriwayatkan Ibnu Syaibah dari Ibnu Masud, dia mengatakan kepada Abi Huraiz,Perintahkan dia untuk shalat dua rakaat dibelakang (suaminya) dan berdoa,Allahumma Barik Lii fii Ahlii dan Barik Lahum fii. AllahummajmaBainanaa Ma Jamata bi Khoirin wa Farriq Bainana idza Farroqta bi Khoirin”Wahai Allah berkahilah aku didalam keluargaku dan berkahilah mereka didalam diriku. Wahai Allah satukanlah kami dengan kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau menghendaki (kami) berpisah dengan kebaikan pula.

6. Apa yang dikatakan ketika melakukan jima atau saat menggauli istrinya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda,Apabila seorang dari kalian mendatangi istrinya maka hendaklah dia berdoa,Allahumma Jannibna asy Syaithon wa Jannib asy Syaithon Ma Rozaqtana”Wahai Allah jauhilah kami dari setan dan jauhilah setan dari apa-apa yang Engkau rezekikan kepada kami”sesungguhnya Allah Maha Mampu memberikan buat mereka berdua seorang anak yang tidak bisa dicelakai setan selamanya.

7. Diharamkan baginya menyiarkan hal-hal yang rahasia diantara suami istri

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Asma binti Yazid yang saat itu duduk dekat Rasulullah saw bersama dengan kaum laki-laki dan wanita lalu beliau saw bersabda,Bisa jadi seorang laki-laki menceritakan apa yang dilakukannya dengan istrinya dan bisa jadi seorang istri menceritakan apa yang dilakukannya dengan suaminya. Maka mereka pun terdiam. Lalu aku bertanya,Demi Allah wahai Rasulullah sesungguhnya kaum wanita melakukan hal itu begitu juga dengan kaum laki-laki mereka pun melakukannya. Beliau saw bersabda,Janganlah kalian melakukannya. Sesungguhnya hal itu bagaikan setan laki-laki berhubungan dengan setan perempuan di jalan lalu (setan laki-laki) menutupi (setan perempuan) sementara orang-orang menyaksikannya.

8. Berwudhu diantara dua jima meskipun mandi adalah lebih utama

Apabila seorang laki-laki menggauli istrinya lalu dia ingin kembali mengulanginya maka yang paling utama baginya adalah berwudhu sehingga dapat mengembalikan tenaganya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abi Said al Khudriy berkata,Rasulullah saw bersabda,Apabila seorang dari kalian menggauli istrinya kemudia dia ingin mengulanginya lagi maka berwudhulah diantara kedua (jima) itu.

Didalam sebuah riwayat,Seperti wudhu hendak shalat. (HR. Muslim) Abu Naim menambahkan,Sesungguhnya hal itu akan mengembalikan tenagannya.

Mandi lebih utama, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dari Rafibahwa Nabi saw mengelilingi para istrinya dan mandi ketika (hendak menggauli) istri yang ini dan juga dengan yang istri ini. dia berkata,Aku bertanya kepadanya,Wahai Rasulullah apakah tidak cukup hanya dengan sekali mandi? beliau saw menjawab,Ini lebih suci.. Lebih wangi dan lebih bersih.

Seyogyanya bagi orang yang ingin tidur dalam keadaan junub hendaknya berwudhu dengan wudhu seperti untuk shalat terlebih dahulu, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar bahwa Umar berkata,Wahai Rasulullah apakah seorang dari kami tidur sementara dia dalam keadaan junub?beliau saw menjawab,Ya, hendaklah dia berwudhu.. Didalam sebuah riwayat,Berwudhu dan cucilah kemaluanmu lalu tidurlah.

Wudhu ini merupakan sebuah anjuran dan bukan sebuah kewajiban, sebagaimana diriwayatkan oleh Umar ketika bertanya kepada Rasul saw,Apakah seorang dari kami tidur sementara dirinya junub? beliau saw menjawab,Ya dan hendaklah dirinya berwudhu jika mau.. Diriwayatkan oleh Ashabus Sunan dari Aisyah berkata,Rasulullah saw pernah tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air hingga dia terbangun setelah itu dan mandi.

Dibolehkan pula untuk bertayammum, sebagaimana diriwayatkan oleh Baihaqi dari Aisyah berkata,Rasulullah saw jika dirinya junub dan hendak tidur maka dia berwudhu atau bertayammum.

9. Mandi berduaan

Dibolehkan bagi suami istri untuk mandi secara bersama-sama dalam satu wadah, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Aisyah berkata,Aku mandi bersama Rasulullah saw dari satu wadah antara diriku dengan dirinya. Tangan kami saling bergantian berebutan sehingga aku mengatakan,tinggalkan (sedikit air) buatku, tinggalkan buatku. Dia berkata,Mereka berdua dalam keadaan junub.

Dari hadits diatas maka diperbolehkan keduanya telanjang dan saling melihat aurat satu dengan yang lainnya.

Didalam hdits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dari Muawiyah bin Haidah berkata,Aku berkata,Wahai Rasulullah. Apa yang dibolehkan dan dilarang dari aurat kami?beliau menjawab,Jagalah auratmu kecuali terhadap istri atau budakmu. Maka dibolehkan bagi salah seorang dari pasangan suami istri untuk melihat seluruh badan pasangannya dan menyentuhnya hingga kemaluannya berdasarkan hadits ini, karena kemaluan adalah tempat kenikmatan maka dibolehkan melihat dan menyentuhnya seperti bagian tubuh lainnya.

10. Bersenda gurau dengan istri

Dibolehkan bersenda gurau dan bermain-main dengan istrinya di tempat tidur, sebagaimana sabdanya saw,¦ Mengapa bukan dengan gadis maka engkau bisa bermain-main dengannya dan dia bisa bermain-main denganmu. (HR. Bukhori dan Muslim) dan didalam riwayat Muslim,Engkau bisa bahagia dengannya dan dia bisa bahagia denganmu.

Diantara senda gurau dan mempergaulinya dengan baik adalah ciuman suami walaupun bukan untuk jima. Rasulullah saw mencium dan menyentuh istri-istrinya meskipun mereka dalam keadaan haidh atau beliau mencium dan menyentuhnya meski beliau sedang dalam keadaan puasa.

11. Dibolehkan Azl

Dibolehkan bagi seorang suami untuk melakukan azl yaitu mengeluarkan air maninya di luar kemaluan istrinya, sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Jabir bin Abdullah berkata,Kami melakukan azl sementara al Quran masih turun. Didalam sebuah riwayat,Kami melakukan azl pada masa Rasulullah saw dan hal ini sampai kepada Nabi saw dan beliau saw tidaklah melarangnya.

Meskipun demikian yang paling utama adalah meninggalkan azl karena hal itu dapat mengurangi kenikmatan baginya dan bagi istrinya dan karena hal itu juga dapat menghilangkan tujuan dari pernikahan yaitu memperbanyak keturunan umat ini, berdasarkan sabda Rasulullah saw,Nikahilah oleh kalian (wanita-wanita) yang dapat mendatangkan anak lagi mendatangkan kasih sayang. Sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya (jumlah) kalian dihadapan semua umat pada hari kiamat.

Akan tetapi tidak diperbolehkan bagi seorang muslim melakukan azl selamanya karena dapat membatasi dan mencegah keturunan..

12. Mengunjungi kerabat pada pagi harinya

Dianjurkan baginya pada pagi harinya untuk mengunjungi kaum kerabatnya yang telah memenuhi undangannya.. berdasarkan hadits Anas berkata,Rasulullah saw mengadakan pesta saat menikah dengan Zainab. Kaum muslimin dikenyangkan dengan roti dan daging. Kemudian beliau saw keluar menemui ibu-ibu kaum mukminin (istri-istrinya saw) dan mengucapkan salam kepada mereka, mendoakan mereka dan mereka pun menyambut salamnya dan mendoakannya, beliau lakukan itu pada pagi hari setelah malam pengantinnya.
 (http://www.saaid.net)


Wallahualam

Cara Menadah Tangan/ Berdoa Yang Betul

Cara Menadah Tangan/ Berdoa Yang Betul

-------------------------------------------------------------------------------
Doa senjata orang mukmin. Pelbagai cara orang menadah tangan ketika berdoa.Kaedah yang baik dan tampak sopan ketika bermunajat dengan allah SWT adalah lambang kesungguhan, lambang penuh pengharapan kita kepada Khalik.

Pada tapak tangan kita ada banyak lambang kebesaran dan kemuliaan Allah SWT termasuk 99 nama Allah.




Kita akan nampak urat tangan kanan dan kiri bercantum seakan membentuk sampan. "Apabila urat tangan itu bertemu ia akan menjadi hufur 'ba' . Titik 'ba' letak di hati kita. Kedudukannya rendah dari tangan yang kita tadah. Setiap huruf hijaiah di dalam Al-Quran Allah perintahkan satu malaikat menjaganya.Maka malaikat yang menjaga hufur 'ba' bernama 'Har Hayaail'. Malaikat ini akan mengangkat doa kita terus mengadap Allah SWT tanpa sebarang perantara. Oleh itu berdoalah bersungguh-sungguh dengan penuh pengharapan" .


3. Duduklah dalam keadaan iftirasy dan duduk tahayat akhir.Jika berdiri tegakkan badan betul-betul dan jangan menyandar

MENCARI KEBERKATAN DENGAN DOA
DOA SENJATA ORANG MUKMIN…. BERIKUT ADA PANDUAN TATA CARA BERDOA IAITU:

1) ANGKAT TANGAN KE PARAS DADA

2) RAPATKAN KEDUA-DUA BELAH TAPAK TANGAN

3) “APABILA URAT TANGAN BERTEMU IA AKAN MENJADI SEPERTI HURUF BA ب

TITIK BA TERLETAK DI HATI KITA. KEDUDUKANNYA RENDAH DARI TANGAN YG KITA TADAH. SETIAP HURUH HIJAIAH DIDALAM AL QURAN ADA MALAIKAT YANG MENJAGANYA. HURUF BA DIJAGA OLEH MALAIKAT BERNAMA ‘HAR HAYAAIL’. MALAIKAT INI AKAN MENGANGKAT DOA KITA TERUS MENGHADAP ALLAH TANPA SEBARANG PERANTARA. OLEH ITU BERDOA BERSUNGGUH-SUNGGUH DENGAN PENUH PENGHARAPAN.

4) DUDUKLAH DALAM KEADAAN SOPAN SEPERTI DUDUK IFTIRASY DAN DUDUK TAHIYAT AKHIR. JIKA BERDIRI TEGAKKAN BADAN BETUL-BETUL DAN JANGAN MENYANDAR / BERSANDAR.

5) SEPANJANG BERDOA, BANYAKKAN MEMUJI KEBESARAN ALLAH DAN MENYEBUT NAMA-NAMA ALLAH YANG LAIN YANG BERSESUAIAN DENGAN KEPERLUAN DOA KITA PADA MASA ITU. CTHNYA… JIKA BERDOA MOHON DIPERMUDAHKAN REZEKI, SEBUTLAH NAMA ALLAH AR-RAZAQ DAN DISUSULI JUGA DENGAN BERSALAWAT NABI SAW

6) BERDOALAH BERSUNGGUH-SUNGGUH DARI HATI. GUNALAH BAHASA YG DAPAT DIFAHAMI KERANA ALLAH MAHA PENGASIH DAN SANGAT MEMAHAMI DAN MENDENGAR SEGALA BICARA TULUS HAMBA-HAMBANYA

7) AJARKANLAH ADAB BERDOA KEPADA SELURUH AHLI KELUARGA SEDARI USIA KECIL KERANA INSYA ALLAH IA AKAN DAPAT MEMBENTUK PERIBADI BAIK DALAM KEHIDUPAN.



WALLAHU’ALAM…….. USTAZ ABDULLAH MAHMUD….



KERANDA PERTAMA DALAM ISLAM


Keranda Pertama dalam Islam


Sayyidah Fatimah Az-Zahra adalah tokoh wanita panutan kaum muslimah, beliau yang pertama merencanakan keranda bagi jenazah. Ia pernah difitnah oleh kaum Syiah.

Hampir setiap mayat kaum muslimin yang akan dibawa ke kubur, dimasukkan ke dalam keranda. Di Timur Tengah, memang masih umum, jemaah takziah mengusung mayat tidak memakai keranda, sehingga tubuh si mayat terlihat. Namun untuk jenazah kaum muslimah, dimasukkan keranda, sehingga tidak terlihat oleh umum. Lalu siapakah yang mengenalkan keranda kepada umat Islam?

Dalam sejarah Islam, yang memperkenalkan keranda, khususnya untuk jenazah kaum muslimah, adalah Sayidah Fatimah az-Zahra, putri tercinta Rasulullah SAW. Ceritanya begini:

Suatu hari, Siti Fatimah merasa bahwa ajalnya telah dekat. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, istri Khalifah Abubakar ash-Shiddiq, yang hampir setiap hari berada di rumahnya. “Saya kurang senang atas apa yang diperbuat terhadap wanita jika meninggal, yaitu hanya ditutupi dengan kain, sehingga bentuk badannya terlihat, kata Fatimah kepada Asma.

Apakah engkau mau aku tunjukkan sesuatu yang pernah aku lihat di Habasyah (Ethiopia sekarang), ujar Asma.

Coba tunjukkan?

Asma membuat keranda dari pelepah pohon kurma, kemudian di atasnya ditaruh kain. Begitu Siti Fatimah melihat keranda tersebut, beliau sangat gembira dan tertawa seraya berkata, Alangkah baiknya ini. Semoga Allah menutupimu sebagaimana engkau menutupiku (kelak). Nanti, jika aku mati, mandikanlah aku bersama Ali, dan jangan ada orang lain yang ikut memandikanku. Setelah itu, buatkan keranda seperti itu untukku.

Siti Fatimah tahu ajalnya sudah dekat karena pernah mendapat bisikan Nabi bahwa ia akan menyusul meninggal tidak lama setelah Rasulullah wafat. Tepat enam bulan setelah Rasulullah wafat, Fatimah meninggal pada hari Senin malam Selasa, 3 Ramadhan 11 Hijriah pada umur 28 tahun.

Berita kematian Fatimah cepat sekali meluas ke seluruh Medinah, sehingga tidak lama kemudian para sahabat sudah berdatangan. Mereka berduyun-duyun mengunjungi kediaman Imam Ali, suaminya, untuk bertakziah. Para sahabat benar-benar merasa sedih. Sebab baru enam bulan Rasulullah meninggalkan mereka, kini putrinya, yang menjadi panutan mereka, menyusul ayahandanya. Sungguh suatu kejadian yang tidak diinginkan oleh mereka, karena Fatimah sangat dicintai dan dihormati oleh semua sahabat.

Sesuai dengan wasiat beliau, yang memandikannya adalah Imam Ali dan Asma binti Umais. Sedang yang bertindak sebagai imam salat jenazah adalah Imam Ali. Dalam riwayat lain disebutkan, imamnya adalah Abbas bin Abdul Muthalib, pamannya. Fatimah dimakamkan di Pemakaman Baqi, tidak jauh dari Masjid Nabawi. Dan yang menurunkan jenazah Fatimah ke liang lahad adalah Imam Ali, Abbas bin Abdul Muthalib, dan Fadhel bin Abbas.

Siti Fatimah dikenal sebagai wanita yang berakhlak mulia, sopan dan santun, tidak sombong, dan rendah hati, meski beliau adalah kesayangan Nabi. Fatimah juga dikenal sebagai wanita yang berperangai lemah lembut dan ramah dalam bertutur kata, serta tidak memiliki rasa ghil  rasa tidak senang dalam hati. Karena itulah, tidak salah jika beliau mendapat gelar Sayyidah Nisa™ Ahlil Jannah, sebab tanda-tanda penghuni surga adalah tidak ada rasa ghil dalam diri mereka. Karena itulah banyak penulis riwayat Siti Fatimah yang menolak anggapan bahwa Fatimah wafat dalam keadaan dendam kepada orang lain karena urusan duniawi.

Anggapan salah ini sering diembus-embuskan oleh kaum Syiah ekstrem, yang disangkanya biar dianggap sangat mencintai Fatimah, tetapi hakikatnya justru menorah citra buruk pada putri kesayangan Nabi ini. Beberapa contoh kisah di bawah ini bisa dijadikan bukti.

Menurut kaum Syiah ekstrem itu, sebagaimana dikutip Habib Ahmad bin Zein Alkaf dalam bukunya Fathimah At-Thohiroh ra, Fatimah meninggal dunia dalam keadaan dendam kepada Abubakar, karena persoalan warisan tanah yang dirampas oleh khalifah pertama dalam Islam itu.

Pantaskah Siti Fatimah RA mempunyai sifat dendam terhadap orang lain? Apalagi terhadap orang yang sangat berjasa terhadap ayahnya?

Fatimah adalah putri Rasulullah, yang otomatis telah mendapat pendidikan agama dari beliau, sehingga tidak diragukan lagi bahwa ia telah mewarisi sifat-sifat baik ayahnya, seperti al-akhlaqul karimah, akhlak yang mulia; al-afwundal maghdirah, pemberi maaf di saat dia dapat membalas; dan husnuzhan, berprasangka baik- serta sifat-sifat baik Rasulullah lainnya. Karena itulah, Rasulullah memberikan gelar kepadanya, Sayyidah Nisaa Ahlil Jannah, Penghulu Wanita Ahli Surga.

Dengan demikian dapat kita pastikan Siti Fatimah tidak mungkin mempunyai sifat dendam, karena sifat dendam itu bukan sifat ahli jannah. Dan yang pasti, beliau mempunyai sifat pemaaf, sifat yang menempel pada ahli jannah. Tuduhan bahwa Siti Fatimah meninggal dalam keadaan dendam, dalam kisah itu, merupakan fitnah sekaligus penghinaan. Sebab, sekali lagi, beliau jauh dari sifat-sifat itu.

Adapun tentang masalah warisan Rasulullah SAW, Siti Fatimah dan Imam Ali serta para istri Rasulullah dan keluarga pamannya, seperti Abbas, telah menerima dengan baik keputusan Khalifah Abubakar, karena keputusan tersebut sesuai dengan perintah Rasulullah. Begitu pula keputusan itu telah berlaku di zaman Khalifah Umar dan Khalifah Utsman, bahkan di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib tetap dilaksanakan.

Andai kata keputusan Khalifah Abubakar tersebut oleh Imam Ali dianggap tidak benar dan melanggar agama, pasti akan diubahnya, dan pasti warisan tanah itu akan diserahkan kepada pemiliknya. Keputusan Abubakar mengambil hak tanah Nabi juga didasarkan pada sabda Nabi sendiri, yaitu, Kami para nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah. (HR Bukhari).

Dengan dasar hadits tersebut, peninggalan Rasulullah yang berupa sebidang tanah perkebunan di Fadak, dikuasai dan dikelola pemerintah, kekhalifahan. Selanjutnya, oleh Khalifah Abubakar, segala sesuatu dari hasil kebun tersebut digunakan untuk keperluan keluarga Rasulullah dan sebagian diberikan kepada fakir miskin.

Namun, yang mengherankan dan menjadi tanda Tanya, mengapa dalam masalah tanah Fadak para ulama Syiah selalu menjadikan Siti Fatimah sebagai pelaku tunggal, padahal bukan hanya beliau yang berkepentingan. Mengapa bukan Sayyida Abbas, paman Rasulullah, atau istri-istri Rasulullah? Pengikut Syiah itu katanya mencintai Fatimah, tetapi mengapa justru menjadikan beliau objek penghinaan?

Fitnah yang lain, Siti Fatimah berwasiat: kalau meninggal, beliau melarang para sahabat menyalatinya, bahkan mereka pun dilarang masuk ke rumahnya. Semua fitnah itu sudah terbongkar sebagaimana cerita di atas. Mungkin masih ada cerita fitnah lainnya, yang pada intinya mengadu domba Fatimah, sebagai anggota ahlulbait, dan para sahabat. Namun kita mesti tetap berbesar hati, sebab selalu saja ada ulama yang berpegang pada kebenaran dan akan meluruskan kisah yang sebenarnya pula, sehingga segala fitnah itu tersibak dan hilang dengan sendirinya sebagaimana lenyapnya kegelapan setelah fajar tiba.


sumber:http: //assalaf. blog.m3-access. com/posts/ 43982_Keranda- Pertama-dalam- Islam.html

HURAIAN SURAH AL-FATIHAH


1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang [1].


[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih haiwan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam [3].

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).

'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti alam manusia, alam haiwan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5].

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan [7].

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat [9].

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Muqaddimah

Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.

Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu :

1. Keimanan :
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan). Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat no. [6].

2. Hukum-hukum :

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

3. Kisah-kisah :

Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

AWAS !!! Pukau Mayat.


AWAS ‘Pukau Mayat’


Aku ingin menyebarkan cerita dari pengalaman sahabat ku Khairul yang terkena pukau mayat agar kita sentiasa peka dan awas dengan niat jahat pengamal durjana ini dan semoga dengan kejadian ini kita sentiasa berdoa kepada ALLAH dalam hidup harian kita agar dijauhkan dan dilindungi dari niat jahat orang seperti nya.
Kejadian berlaku pada 21hb November 2009 bertempat di kawasan letak kereta bangunan KLCC.

Retetan kejadian seperti diceritakan oleh isteri Khairul

Sabtu 21hb jam 1:00 tghri

Khairul ke pejabat nya di KLCC untuk menyiapkan sedikit kerja yang perlu dibereskan, setelah kerjanya beres jam 6:30ptg Khairul ke ATM untuk mengeluarkan wang dan selepas itu pergi minum minum dengan kawan kawan nya sebelum bergegas turun untuk ke keretanya yang terletak di bangunan KLCC untuk pulang kerumah . Ketika menghampiri kereta nya, dia didatangi seorang lelaki yang kononnya ingin menukar wang kecil untuk membayar parking . Dalam ketika itu lah lelaki itu memulakan niat jahat nya untuk memukau dengan menepok belakang Khairul tanda terima kasih nya setelah dapat menukar wang kecil.

Berikutan kejadian itu Khairul terus tidak ingat apa yang berlaku disekelilingnya seolah olah dia hilang ingatan dan seperti orang bod0h

Usaha untuk menghubungi Khairul oleh isteri nya Zura tidak berjawab hanya jawapan voice mail yang diulang berkali kali di terimanya , tanpa menduga apa yang terjadi pada suami nya lagi pon suami nya sering pulang lewat kerana berjumpa dengan klien nya atas urusan kerja Zura pon melelapkan mata sambil menidurkan putri ke sayang an mereka.

Ahad 22hb November 2009.

Pagi itu setelah bangun dari tidur Zura terkejut kerana suaminya masih belum pulang dan tiada khabar berita yang diterima dari Khairul. Puas Zura hubunginya namun hanya voice mail yang diterima. Tanpa syak apa apa perkara buruk berlaku keatas suaminya Zura cuba menghubungi rakan rakan dan kenalan Khairul untuk memastikan suami nya selamat dan setelah hampir tengahari Zura cuba menghubungi Hospital2 untuk memastikan suaminya tidak mendapat apa apa kecelakaan.

Lewat petang masih tiada apa apa berita dari Khairul cuma sekali sekala sms dari telepon bimbit nya masuk mengatakan bateri nya ‘kong’ namun untuk menghubungi nya masih gagal untuk memastikan Khairul dalam keadaan selamat. Keadaan ketika itu menjadikan Zura , rakan rakan dan kerabat kerabat Khairul gusar dan gelisah takut ada masaalah besar berlaku pada Khairul.

Jam 10:00 malam satu laporan Polis telah dibuat setelah segala usaha untuk menghubungi Khairul gagal dan menemui jalan buntu. Dalam pada itu saudara mara Khairul berusaha mencari orang orang yang ‘pandai’ dalam hal hal ghaib untuk cuba mencari Khairul dengan cara kepakaran tersendiri.

Jam 11:30 mlm Zura mendapat sms mengatakan Khairul dalam perjalan balik dan berada di kawasan Shah Alam , namun usaha untuk menghubunginya masih gagal dan buntu.

Jam menunjukan 2:00 pagi namun Khairul masih belum balik, Zura pon naik keatas untuk melelapkan mata setelah lama menunggu . Dalam pada itu Zura masih tidak dapat melelapkan matanya sepenuhya mengenangkan nasib suaminya sepanjang hari dan masih menaroh harapan kepulangan Khairul.

Tiba tiba jam 2:30 pagi kereta Khairul muncul dihadapan pagar rumahnya, Zura yang dari tadi tidak dapat melelapkan matanya menjenguk dari tingkapnya agar suaminya keluar dari kereta namun setelah hampir 5 minit Khairul masih tidak kelihatan .Dengan rasa cuak dan takut kalau kalau ada orang lain dalam kereta Khairul, Zura dengan dibantu oleh ibu nya turun untuk mendapatkan Khairul yang masih didalam kereta.

Alangkah terperanjatnya kedua beranak itu setelah pintu kereta dibuka keadaan Khairul menggeletar , pucat lesi dan membisu seolah olah dalam kebingungan. Khairul dipapah kedalam rumah masih dalam kebingungan , tidak bermaya dan membisu. Zura memberitahu saudara maranya atas kepulangan Khairul. Malam itu setelah dimandikan Khairul dapat lelap tapi masih bod0h dan tidak kenal orang.

Isnin 23hb November 2009

Zura membawa Khairul berjumpa dengan seorang ustaz untuk dipulihkan , setelah dirawat dan dipulihkan baru lah Khairul kembali ke keadaan seperti dia. Namun apabila ditanya apa yang terjadi pada dia selama ini, Khairul mengatakan dia tidak ingat apa apa cuma dia ingat waktu keadaan di parking KLCC ketika dia dihampiri oleh seorang lelaki kurus tinggi berkulit gelap.

Dari pandangan ustaz , khairul telah dipukau untuk dijadikan orang suruhan kepada manusia yang tidak bertanggung jawab. Khairul seperti ZOMBIES yang boleh disuruh apa saja untuk kepentingan manusia durjana itu, dan mengikut kata ustaz lagi Khairul merupakan mangsa yang ke 113 dan kebanyakan mangsanya ialah orang muda. Sungguhpon wang RM1000 Khairul lesap namun dari segi logiknya masa kan kereta dan telepon bimbit Khairul tidak di ambil oleh pemukau itu. Zura dan keluarga bersyukur kerana dapat Khairul kembali seadanya dari tindakan cepatnya, berdoa dan dengan pertolongan dan kuasa Allah. Apa akan dan telah terjadi pada mangsa mangsa zombies yang lain ?????? hilang tanpa di kesan.

OLEH ITU AMBIL LAH IKTIBAR DAN AWASI LAH SETIAP LANGKAH KITA AGAR KITA TIDAK MENJADI MANGSA PEMUKAU MAYAT SETERUSNYA UNTUK DIJADIKAN ZOMBIES.

Dari pengalaman ngeri yang Khairul hadapi diatas maka disarankan agar kita jangan tinggalkan solat dan usahakan apa apa ayat pendinding dan amalan amalan doa harian agar ianya tidak terjadi pada orang yang kita kasihi.

Regards,

TTMSB NADIAH

Saturday, March 6, 2010

KEBESARAN ALLAH YG BR DITEMUI... SUNGAI DIBAWAH LAUTAN...subhanallah



ALLAH IS GREAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!



Kisah Air Masin & Air Tawar

"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53)


Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery ' pasti


kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi "Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan..."Artinya: "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhuma lu ' lu`u wal marjaan" ertinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur ' an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur ' an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur ' an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran."

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico . Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah "sungai" di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan
 
 


 

TANDA-TANDA KEMATIAN- bersediakah kita?


Tanda-tanda kematian


Adapun tanda-tanda kematian mengikut ulamak adalah benar dan wujud cuma amalan dan ketakwaan kita sahaja yang akan dapat membezakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. Rasulullah SAW diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara lansung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hinggalah akhirnya hayat Baginda.

Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehinggakan beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali, cuma ketika sampai bahagian tubuh dan kepala sahaja beliau telah memanggil abangnya, iaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut.

Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya. Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT.

Walaubagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam sahaja manakala orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka ini akan terus di rentap tanpa sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT. Adapun tanda-tanda ini terbahagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari mati.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka yang sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang manfaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang tinggal untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT semuga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan samada dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita.

Walaubagaimanapun sesuai dengan sifat Allah SWT yang maha berkuasa lagi pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa iaitu samada doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain. Namun ianya adalah ketentuan Allah SWT semata-mata. Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semuga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan masa dan kesihatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keredhaan Allah SWT samada di dunia mahupun akhirat.

Wallahualam

Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah dan silap itu adalah dari kelemahan saya sendiri.

* Mohon ditegur atau dikomen oleh ustaz-ustaz atau yang arif sekiranya saya salah memberikan info

Amirullah

~ Ilmu hak bersama..

KISAH PEMUDA MALAS SOLAT


Islam itu mudah apabila , pertama,menjalankan syari’at Islam boleh secara bertahap. Dalam hal ini, seorang muslim tidak serta-merta diharuskan menjalankan kewajiban agama dan amalan-amalan sunnah secara serentak. Ada tahapan yang mesti dilalui: mulanya kita hanya diperintahkan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok agama. Setelah yang pokok-pokok berhasil dilakukan dengan baik dan rapi, kalau punya kekuatan dan kesempatan, maka dianjurkan untuk menambah dengan amalan-amalan sunnah.


Bagaimana?

Pertama, membenarkan Islam diamalkan secara berperingkat-peringkat seperti kita mendidik seseorang untuk bersolat. Saya berikan contoh dari cerita seorang lelaki yang baik tetapi tidak bersolat.

Kisahnya bermula di sebuah tempat di salah sebuah Negara Arab. Terdapat seorang pemuda yang sangat liat untuk mendirikan solat. Malah dia tidak mendirikan langsung solat lima waktu. Seorang diri pun berat, apatah lagi secara berjamaah. Setiap kali ada ulama yang berkunjung ke tempat mereka, seringkali jugalah penduduk setempat mengadu kepada ulama yang datang bertandang berkenaan sikap pemuda tersebut.

Berkali-kali diberikan nasihat namun sedikitpun tidak memberikan apa-apa kesan kepada anak muda ini. Malah makin menjadi-jadi.

“ Awak wajib mendirikan solat lima waktu. Solat merupakan tiang agama kita” kata salah seorang pendakwah kepada pemuda tersebut.

“ Emm..insyaAllah kalau saya rajin saya akan buat ye “ jawab pemuda tersebut secara sinis.

Begitulah seterusnya. Sehinggalah datang seorang ulama daripada al-Azhar al-Syarif bertandang ke tempat mereka. Aduan yang sama diberikan. Setelah mendengar dengan teliti aduan para penduduk. Maka Ulama ini berkenan untuk bertemu dengan pemuda ini.

“ Syeikh pun nak tegur saya juga? Nak suruh saya dirikan solat lima waktu?” sindir pemuda ini bila melihat ulama tersebut datang bertamu ke rumahnya.

Ulama tersebut sambil tersenyum menjawab “ Sekadar ingin berkenalan.Tiada langsung niat saya ingin memaksa kamu seperti yang kamu sebutkan”.

Pertemuan pertama berjalan dengan lancar. Langsung tidak disentuh oleh ulama tersebut berkenaan solat . Perkara yang dilaksanakan hanyalah sekadar merapatkan tali silaturrahim. Bincang tentang pekerjaan, tempat tinggal, sara hidup dan lain-lain.

Pemuda tersebut begitu senang dengan perlakuan Syeikh. Tanpa sedar terselit rasa kagum pada seorang tua berjubah tersebut. Tidak seperti yang selalu datang bertemu dengannya. Setiap kali duduk , terus memberikan peringatan dan dalil-dalil tentang haramnya meninggalkan solat.

Akhirnya pemuda ini pula datang berkunjung ke tempat penginapan Syeikh. Maka semakin bertambah mesra pergaulan mereka. Begitulah keadaan seterusnya, Syeikh tetap tidak pernah menyentuh tentang solat. Sehinggalah tiba satu hari, Syeikh memberitahu bahawa beliau akan berangkat pulang ke Mesir. Ini kerana tugas yang diberikan oleh pihak al-Azhar ditempat tersebut telah selesai. Pemuda itu datang bertemu Syeikh. Rasa sedih akan berpisah dengan seorang ulama menyentak-nyentak jiwanya.

Sebelum berpisah, Syeikh memeluk Ahmad seraya berkata dengan lembut “ Ahmad, aku ada mendengar suara-suara mengatakan bahawa engkau tidak pernah bersembahyang. Betulkah begitu?”Tersentak Ahmad bila mendengar pertanyaan daripada Syeikh tersebut.

“ Memang benar wahai tuan Syeikh. Bukan aku tidak mengetahui bahawa ianya wajib cuma sikap malas yang ada padaku inilah yang menghalang untukku melakukannya”jawab Ahmad memberikan alasan.

“Baiklah, kalau begitu, bolehkah kamu tunaikan permintaanku sebelum aku berangkat pulang?”

“Permintaan apa itu wahai tuan?”

“ Kamu pilih solat mana yang paling ringan untuk kamu dirikan. Satu pun sudah memadai, Boleh?”Tanya Syeikh kepada Ahmad.

Terkejut Ahmad mendengar pertanyaan Syeikh. Belum pernah dia dengar solat boleh dipilih-pilih untuk disempurnakan.

“ Bolehkah begitu wahai tuan Syeikh?” Tanya Ahmad penuh keraguan.

“Boleh tapi hanya untuk kamu sahaja” Jawab Syeikh sambil tersenyum.

“ Baik ,dulu kamu pernah ceritakan kepadaku bahwa kamu berkerja sebagai petani bukan? Dan kamu juga sering bangun awal pagi untuk ke kebunmu. Bukankah begitu Ahmad?” Tanya Syeikh kepada Ahmad.

“Benar Tuan Syeikh”

”Kalau begitu aku cadangkan kepadamu, alang-alang kamu telah bangun setiap awal pagi , apa kata jika kamu basahkan sedikit sahaja anggota tubuhmu dengan wudhuk dan terus selepas itu dirikan solat subuh dua rakaat. Dua rakaat sahaja, rasanya tidak terlalu berat bukan?” Syeikh memberikan cadangan kepada Ahmad.

Ahmad tanpa banyak bicara terus menerima cadangan Tuan Syeikh. Perasaan serba salah menyelinap jiwanya jika dia menolak permintaan syeikh tersebut yang terlalu rapat dengannya.

“Janji denganku Ahmad yang kamu tidak akan meninggalkan sekali-kali solat subuh ini di dalam hidupmu. InsyaAllah tahun depan aku akan berkunjung lagi ke sini. Aku berharap agar dapat bertemu denganmu di Masjid setiap kali solat subuh tahun hadapan.Boleh ya Ahmad? Syeikh memohon jaminan daripadanya.

“ Aku berjanji akan menunaikannya”. Maka dengan senang hati Tuan Syeikh memohon untuk berangkat pulang ke Mesir. Di dalam hatinya, memohon agar Allah memberikan kekuatan kepada Ahmad untuk melaksanakan janjinya.

Tahun berikutnya, setelah Tuan Syeikh sampai di tempat tersebut, beliau benar-benar gembira bilamana melihat Ahmad benar-benar menunaikan janjinya. Namun menurut penduduk setempat, Ahmad hanya solat subuh sahaja. Solat yang lain tetap tidak didirikan. Tuan Syeikh tersenyum. Gembira dengan perubahan tersebut.

Suatu pagi setelah selesai menunaikan solat subuh secara berjemaah di Masjid. Syeikh memanggil Ahmad. Seraya bertanya: “ Bagaimana dengan janjimu dulu Ahmad.Adakah ada terdapat hari yang engkau tertinggal menunaikan solat subuh?”.Ahmad menjawab dengan yakin : “ Berkat doamu tuan Syeikh, Alhamdulillah sehari pun aku tidak ketinggalan solat jemaah subuh di masjid ini”

“Alhamdulillah, bagus sekali kamu. Engaku benar-benar menunaikan janjimu.”

“ Mudah sahaja rupanya tunaikan solat ini ya Tuan”

“ Perkara yang kamu lakukan tanpa paksaan pasti akan kamu rasakan mudah sekali. Yang penting jangan rasakan ianya suatu paksaan .Tetapi anggap ianya suatu kegemaranmu. Seperti kamu berkebun. Tiada yang memaksa, tetapi disebabkan minatmu yang mendalam terhadap kerja-kerja itu, maka tanpa disuruh kamu akan melaksanakannya bukan?”Syeikh menerangkan kepada Ahmad.

“ Benar apa yang tuan katakan.Perkara yang kita lakukan dengan minat, tanpa dipaksa pun akan kita laksanakan”

“Ahmad, kamu habis bekerja pukul berapa ya?” Tanya Syeikh kepada Ahmad.

“ Ketika azan Zohor aku berhenti untuk makan , kemudian aku sambung kembali kerja sehingga hampir Asar”

“Pasti kamu bersihkan sedikit dirimu bukan ? Membasuh tangan dan kaki untuk duduk menjamah makanan? Benar Ahmad?” Tanya Syeikh meminta kepastian.

“Ya benar Tuan”

“ Kalau begitu, apa pendapatmu jika aku mencadangkan agar engkau lebihkan sedikit basuhanmu itu. Terus niatkan ianya sebagai wudhuk. Selesai makan, terus dirikan solat zohor empat rakaat. Sekadar empar rakaat tidak lama rasanya bukan? Takkan terjejas tanamanmu agaknya?” Kata Syeikh berseloroh kepada Ahmad.

Ahmad tertawa dengan gurauan Tuan Syeikh. “ Betul juga apa yang disebutkan oleh tuan. Baiklah mulai hari ini saya akan cuba laksanakannya”.

Jauh disudut hati Syeikh berasa sangat gembira dengan perubahan yang berlaku kepada Ahmad. Setelah selesai kerja Syeikh di tempat tersebut. Beliau berangkat pulang ke Mesir. Beliau berjanji untuk datang semula pada tahun hadapan.

Begitulah keadaannya Ahmad. Setiap tahun Syeikh bertandang, maka setiap kali itulah semakin bertambah bilangan solat yang dilakukan. Kini masuk tahun ke lima Syeikh bertandang ke tempat tersebut.

Ahmad seperti biasa hanya mendirikan solat empat waktu kecuali Isya’. Selesai menunaikan solat Maghrib. Terus beliau berangkat pulang ke rumah.

Suatu hari semasa Tuan Syeikh melihat Ahmad hendak berangkat pulang setelah menunaikan solat Maghrib berjemaah. Terus beliau memanggil Ahmad.

“ Bagaimana dengan kebunmu Ahmad? Bertambah maju?” Syeikh memulakan bicara.

“ Alhamdulillah, semakin bertambah hasilnya Tuan”

“ Baguslah begitu.Aku sentiasa doakan hasilnya semakin bertambah.”Doa Tuan Syeikh kepada Ahmad.

“ Ahmad, aku ingin bertanya kepadamu sebelum engkau pulang. Cuba engkau perhatikan dengan baik. Apa lebihnya kami yang berada di dalam masjid ini berbanding kamu? Dan Apa kurangnya kamu berbanding kami yang berada di dalam masjid ini?”

Ahmad tunduk sambil memikirkan jawapan yang patut diberikan.

“ Lebihnya kamu semua adalah kerana kamu mendirikan solat Isya’, sedangkan aku tidak menunaikannya”

“Baiklah, adakah kamu ingin menjadi orang yang lebih baik daripada kami semua?”Tanya Tuan Syeikh menguji.

“Sudah tentu wahai Tuan Syeikh” jawab Ahmad dengan penuh semangat.

“ Kalau begitu dirikanlah solat Isya’. Maka engkau tidak lagi kurang berbanding kami.Malah engkau akan menjadi lebih baik daripada kami” Syeikh memberikan jawapan yang cukup berhikmah kepada Ahmad.

Akhirnya, berkat kesabaran Tuan Syeikh mendidik Ahmad.Beliau berjaya menjadikan Ahmad seorang yang tidak lagi meninggalkan solat.

Lima tahun bukanlah masa yang singkat untuk memberikan dakwah sebegini. Kesabaran dan hikmah yang tinggi sangat-sangat diperlukan demi menyampaikan risalah dakwah.

Berbeza dengan kita sekarang. Sekali kita bercakap, harapan kita biar sepuluh orang berubah dalam sekelip mata. Oleh kerana itulah, bilamana orang menolak dakwah kita, kita mencemuh, mengeji dan mengatakan bahawa semua sudah lari daripada jalan dakwah.Lari daripada jalan kebenaran

RAHSIA SOLAT YANG KHUSUK


Oleh: Ustaz Mat Esa Bin Deraman


Rahsia Solat yang Khusyuk

Solat yang khusyuk menjadi idaman bagi setiap orang yang beriman. Nilai solat disisi Allah diukur dengan cara ditunaikan, sejauhmanakah dihadirkan kebesaran Allah dalam solatnya. Setengah ulama’ mensyaratkan khusyuk sebagai nilai diterima atau tidak solat seseorang. Bahkan kalangan mereka menyatakan batal solat orang yang tidak khusyuk daripada awal hinggal akhirnya.

Khusyuk merupakan amalan hati yang disertai dengan perbuatan yang mematuhi segala rukun-rukun dan syarat-syarat kesempurnaannya. Bermula daripada wudhuk, pakaian dan tempat yang suci daripada najis serta menutup aurat dan mengadap kiblat. Demikian juga cara takbiratul Ihram, berdiri, rukuk, I’tidak, sujud dan sebagainya.

Ibnu Abbas pernah berkata: “Solat dua rakaat yang ringan dalam keadaan yang berfikir dan khusyuk lebih baik daripada mendirikan malam dalam keadaan hati yang lalai”. Memperolehi solat yang hebat seperti ini memerlukan mujahadah yang berterusan kerana khusyuk ini bukannya sesuatu yang kekal pada mana-mana manusia. Ianya perlu diikat dengan kukuh dan dijaga dengan bersungguh-sungguh kerana khusyuk hari ini tidak menjanjikannya berulang pada solat yang akan datang. Antara caranya ialah membaca dan mendengar kisah orang yang Berjaya melakukannya sepanjang kehidupan mereka.

Nabi Ibrahim a.s apabila melakukan solat kedengaran daripada jauh degupan jantungnya dek rasa hebat kebesaran Allah. Saidina Ali r.a apabila masuk waktu solat berubah air mukanya dan menjadi pucat. Manakala Ali Bin Husain apabila dia berwudhuk maka menjadi pucat mukanya. Ahli keluarganya bertanya kenapa? Beliau menjawab: “Tahukah kamu, siapa yang akan aku mengadap?” Seorang ulama’ yang bernama Said at-Tanukhi apabila melakukan solat, air matanya tidak putus-putus mengalir hingga ke janggutnya sampai selesai solatnya.

Bagaimana solat kita? Moga Allah memberi kita kekuatan untuk bermujahadah bagi mendapatkan kemanisan ini. Amin

TIPS :Panduan Memulakan Solat Setelah Lama Meninggalkannya


Tidak dinafikan ramai umat Islam zaman sekarang yang tidak mengerjakan solat.

Tapi saya percaya ramai di antara mereka pernah dididik tentang kewajipan solat dan pernah mengerjakannya.

Mungkin akibat kelekaan duniawi, ibadah suci itu telah terperosok, jauh di dalam lubuk hati, sama ada sedar atau pun tidak.

Yang nyata, aku tidak pernah berasa benci atau marah kepada mereka yang tidak mengerjakan solat, apatah lagi untuk memandang hina golongan ini.

Kerana solat itu sendiri adalah soal hati dan keikhlasan. Tanpa keikhlasan, tak mungkin perbuatan solat itu mencapai maksudnya.

Namun begitu, janganlah kita berasa selesa dengan kejahilan. Jangan pula berasa bangga dengan ilmu dan amalan. Sebaliknya, berazam dan berusahalah untuk mengerjakannya dengan istiqamah di samping memperbaiki segala kelemahan yang ada.

Untuk mengingatkan diri saya sendiri dan para pembaca, izinkan kami berkongsi panduan tentang teknik motivasi memulakan solat setelah lama meninggalkannya.

1. Sematkan azam, bulatkan tekad
Sebaik sahaja tersedar dari lamunan (sedar rupanya dah lama tinggal solat), cuba fikir sedalam mungkin tentang apa yang anda lakukan, apa yang tak sepatutnya anda lakukan, dan apa yang sepatutnya anda lakukan.

Dari situ, tanam keazaman yang kukuh bahawa anda ingin mengerjakan solat, dan tidak akan meninggalkannya sampai bila-bila. Kerana itulah tujuan anda hidup di atas muka bumi ini sebenarnya.

2. Cari masa dan tempat yang sesuai, sunyi, jauh dari dugaan
Kemudian tetapkan masa di mana anda akan mula menjalani kehidupan sebagai seorang yang mengerjakan solat. Lebih cepat lebih baik. Ingatlah, berdosa besar bagi orang yang melengah-lengahkan solat.

Sebaiknya, cari tempat yang sunyi dan jauh dari dugaan. Jauhi rakan-rakan yang tidak solat atau suka mengejek, sekurang-kurangnya untuk waktu itu sahaja. Masjid juga adalah tempat yang baik.

3. Solat sekali dahulu, baru ada kali kedua
Walau sekuat mana pun azam, sebulat mana pun tekad, sebaik mana pun masa dan tempat, tanpa solat yang pertama, takkan jadi solat yang kedua dan seterusnya.

Oleh itu, mulakan sahaja tanpa berlengah. Bak kata iklan NIKE - Just do it!

4. Buat nota peringatan dan galakan
Kalau ada masa dan semangat yang berkobar-kobar, tuliskan kata-kata peringatan dan galakan di atas sehelai kertas (besar atau kecil).

Kemudian yang besar tampal di dinding, manakala yang kecil diletakkan dalam wallet atau poket baju.

Tips ini mungkin kurang sesuai jika anda tinggal bersama rakan-rakan yang tidak mengerjakan solat.

Dibimbangi ada yang kata anda nak tunjuk bagus.

5. Fahami maksud setiap bacaan dalam solat
Jika anda kurang bersetuju dengan point ini, saya nasihatkan supaya cuba dahulu. Anda pasti akan merasai kelainannya.
Bukan faham satu-satu ayat, tetapi satu-satu perkataan. Di situ akan bermula keindahan solat, di mana anda akan rasa seolah-olah khusyuk itu mula hadir dalam diri semasa mengerjakan solat.

6. Baca perlahan-lahan mengikut tertib

Sewaktu solat, baca perlahan-lahan untuk meningkatkan rasa manis, indah dan seronok.

7. Tingkatkan imaginasi
Sewaktu menghayati maksud, tingkatkan imaginasi anda. Bayangkan keindahan bertemu Allah yang menjemput kita untuk sujud kepada-Nya.

8. Doa mohon kekuatan dan sokongan
Panjatkan doa kepada Allah s.w.t dengan memohon kekuatan dan sokongan untuk berubah menjadi hamba-Nya yang taat. Hendaklah diamalkan sejurus selepas setiap kali solat.

9. Tumpu perhatian pada hari-hari yang dilalui
Tumpukan perhatian anda pada hari yang anda sedang lalui dengan mengerjakan solat. Berilah pujian kepada diri anda dan berikan tahniah kepada diri anda setiap kali anda berjaya mengerjakan solat.

10. Dapatkan adrenaline sewaktu mendengar azan
Adrenaline boleh digunakan sebagai pembantu dengan memberi suatu kejutan semangat yang berkobar-kobar untuk terus pergi menunaikan solat tanpa berlengah-lengah.

Jika anda dapat menanam adrenaline ini sehingga menjadi tabiat, anda pasti akan meninggalkan segala kerja yang anda lakukan, apabila terdengar sahaja azan berkumandang. Best tak?

11. Berfikir secara positif
Fikirkan diri anda sebagai seorang yang mengerjakan solat sebaik sahaja anda memulakannya dan sentiasa peringatkan diri anda sedemikian.

Sekiranya ada rakan anda yang mengajak anda ke mana-mana sebelum sempat anda menunaikan solat, katakanlah saya belum bersolat, tunggu sebentar atau pergi dahulu.
Ingatlah bahawa anda telah membuat pilihan positif untuk mengerjakan solat.

12. Dapatkan sokongan mental dan rohani
Berikanlah peringatan kepada keluarga, kawan rapat dan rakan sekerja yang anda telah mula mengerjakan solat dan memerlukan kerjasama serta sokongan daripada mereka.

Mintalah rakan-rakan anda yang tidak mengerjakan solat supaya menghormati keputusan anda.

13. Lawan kemalasan dalaman dan godaan syaitan
Dari semasa ke semasa anda akan merasai suatu kemalasan, kebosanan, dan sebagainya, yang mana semua itu sebenarnya hanyalah godaan syaitan dan kemalasan diri sendiri.

Oleh itu lawanlah sehabis-habis mungkin. Ingatlah anda lawan ni pun tak lama. Lama kelamaan ibadah ini akan sebati juga dalam diri anda, dan tidak perlu dipaksa lagi.

14. Banyakkan bahan bacaan tentang solat
Kerapkan diri anda membaca kisah-kisah nikmat solat untuk membangkitkan semangat. Baca juga tentang dosa meninggalkan solat untuk membangkitkan rasa takut pada Allah s.w.t. Moga-moga dilimpahi rahmat dan keberkatan oleh-Nya.

Kesimpulan
Jika topik ini dirasakan tidak berkaitan dengan anda, ingatlah: Hari ini mungkin bukan hari anda. Esok lusa tiada siapa yang tahu. Diharap dapat dijadikan panduan kita bersama.

Sama-samalah kita saling memperingati sesama Islam.

Wallahu a'lam.

IMAM AS-SYAFIE ULAMA SEPANJANG ZAMAN


Oleh Yang Berbahagia Ustaz Mat Esa Bin Deraman


IMAM AS-SYAFIE ULAMA SEPANJANG ZAMAN

Imam As-Syafie merupakan seorang tokoh yang agung. Kelu lidah ini bagi menerangkan kemuliaannya, lenguh qalam menari di atas kertas untuk mencoretkan akan kehebatannya. salah seorang daripada pemimpin mazhab empat yang menjadi bukti kepada karamahnya yang berpanjangan dan berterusan. Diakui oleh lawan dan kawan tentang kemulian dan kehebatannya sehingga menjadi kekaguman semua umat di zamannya dan zaman selepasnya.

Nama sebenar beliau ialah Abu Abdillah, Muhammad bin Idris bin Abbas bin Ustman bin syafie' bin Saib bin Ubaid bin Abd Yazid bin Hasyim bin Abd Muttalib. Dilahirkan pada 150H dan wafat pada 204H pada usianya 54 tahun. Berketurunan Quraisy bertemu dengan keturunan Rasulullah melalui moyangnya yang bernama Abd Manaf. Keturunan yang mulia ditambahi dengan ilmu yang memenuhi bumi, menjadi ikutan ummat sepanjang zaman. Kewafatan Imam adalah musibah ummat.

Diceritakan bahawa seorang bermimpi pada malam kewafatan As-Syafie bahawa Rasulullah s.a.w wafat pada malam itu, yang menyebabkan kesedihan manusia. Ar-Rabi' bermimpi bahawa Nabi Adam a.s. wafat, maka dia bertanya kepada orang alim dalam bidang ta'bir mimpi, katanya: "Ini adalah tanda bahawa akan mati orang yang paling alim". Tidak lama selepas itu Imam as-Syafie wafat. Seolah-olah kewafatan As-Syafie sama seperti kewafatan Nabi Muhammad s.a.w dan Nabi Adam a.s.

Imam As-Syafie mempunyai keperibadian yang unggul dan hebat. Disamping keilmuannya yang tidak dapat dicabar, sifat pemurahnya dan rendah diri kepada semua manusia. Beliau juga seorang yang berani mempertahankan kebenaran dan lantang dalam menegakkan agama Islam. Apa yang menariknya kemunculannya menyatukan dua aliran yang berbeza. Aliran yang mengutamakan akal yang dikenali sebagai Ahlu Ra'yi dan aliran hadis yang dikenali sebagai Ahlu Hadis.

Ramai Ulama' berusaha untuk memperincikan latar belakang hidup beliau antaranya Imam Daud Az-Zahiri, As-Saji, Imam Darul Qutni, Al-Aajuri, Ar-Razi, Imam Baihaqi dan banyak lagi. Antara karangan termoden ialah apa yang ditulis oleh Imam Abu Zahrah. Beliau meninggalkan ratusan kitab yang menjadi pedoman kepada semua para alim ulama'. Yang paling tersohor ialah kitan Al-Um, Ar-Risalah, Ahkamul Quran, Al-Hujjah dan lain-lain lagi.

Antara kata-katanya yang masyhur ialah:

Menuntut ilmu lebih mulia daripada ibadat sunat

Siapa yang inginkan dunia maka hendaklah dia berilmu, dan sesiapa yang inginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu

Ibadat yang paling hampir kepada Allah selepas perkara wajib ialah menuntut ilmu.

Hiasan ilmu ialah wara' dan lemah lembut

Ilmu yang sebenar bukannya yang dihafaz tetapi yang memberi manfaat

Perdebatan dalam ilmu mengeraskan hati dan menimbulkan dendam

Sesiapa yang tidak dimuliakan dengan takwa maka tiada kemulian baginya

Kebaikan dunia dan akhirat pada lima perkara; Kaya jiwa, menahan diri daripada melakukan penganiayaan, rezki yang halal, bertakwa, dan percaya kepada Allah pada semua keadaan.

Terlalu banyak yang hendak dicoretkan mengenai Imam yang mulia ini. Oleh kerana keterbatasan waktu, cukup setakat ini sahaja.

Semoga ilmu kita sentiasa bertambah

Penyakit Leukemia (Kanker Darah)


Penyakit Leukemia (Kanker Darah)


Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Penyakit Leukemia Akut dan Kronis

Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel

Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;

1. Leukemia limfositik akut (LLA).
 Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.

2. Leukemia mielositik akut (LMA).
Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.

3. Leukemia limfositik kronis (LLK).
Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.

4. Leukemia mielositik kronis (LMK)
sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.

Penyebab Penyakit Leukemia

Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.

1. Radiasi.
 Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

2. Leukemogenik.
 Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.